Resume 1
Pergerakan Ikhwanul Muslim 1
Setiap muslim tergantung amanah yang besar untuk mengorbankan seluruh jiwa dan raga serta hartanya demi membimbing manusia menuju cahaya Islam. Setiap muslim harus mengangkat bendera Islam setinggi-tingginya di setiap belahan bumi, bukan untuk mendapatkan harta,popularitas dan kekuasaan atau menjajah bangsa lain tapi semata-mata untuk memperoleh ridho Allah dan memakmurkan dunia dengan bimbingan agamaNya. Sebagaimana Firman Allah dalam QS. Muhammad 38:
• •
Artinya: Demi jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain dan mereka tidak seperti kamu (ini).
Setiap muslim menghilangkan penyakit hati yang ada dalam dirinya, karena sesungguhnya Allah telah menghilangkan fanatisme jahiliyah serta pengagungan mereka terhadap nenek moyang kalian. Manusia itu berasal dari adam dan adam itu berasal dari tanah, tak ada keutamaan seorang arab atas ajam (orang selain arab.edt) kecuali dengan ketaqwaannya. Langkah-langkah dalam menghilangkan penyakit:
1. Mengetahui letak penyakit
2. Sabar dalam menjalani tuntutan pengobatan.
3. Adanya dokter yang melakukan pengobatan hingga Allah berkenan menyembuhkan dengan sempurna.
Pernyataan diatas dapat menjadi acuan dalam menghilangkan penyakit hati. Pertama, seorang muslim harus peka terhadap dirinya yaitu dengan melakukan muhasabah terhadap dirinya. Kedua, tidak mengulangi kesalahan serta melakukan hal-hal yang disukai oleh Allah diantaranya berkumpul dengan orang soleh dan yang ketiga pasrahkan kepada Allah karena hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap apa-apa yang diinginkan yaitu wanita-wanita, anak-anak harta yang banyak dari emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik (syurga).
Dalam mencapai semua itu disertai dengan tekad, kemauan dan kerja keras tanpa mengharap imbalan apapun kecuali ridho Allah serta dengan cara yang dicintai oleh Allah, sebagaimana firman Allah dibawah ini:
• •• • •
“Hai orang-orang yang beriman rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan Perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.Dia telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (ikutilah) orang tuamu Ibrohim. Dia Allah telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al qur’an) ini, supaya rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpegang teguhlah kepada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu dan sebaik-baik penolong. (Al Hajj 77-78)
Sebuah syair dibawah ini menandakan orang-orang yang tidak disukai oleh Allah yaitu mereka sudah cukup senang dengan mimpi-mimpi dan teruji dan keberuntungan, mereka bilang menyelami laut perjuangan tapi mereka tidak teruji. Celakalah hamba dinar, celakalah hamba selimut.
Ikhwanul Muslimin Di Bawa Naungan Panji Alqur’an
Kepada para pemuda yang merindukan lahirnya kejayaan
Kepada umat yang tengah kebingungan di persimpangan jalan.
Kepada para pewaris peradaban yang kaya raya, yang telah menggoreskan
Catatan, membanggakan di lembar sejarah umat manusia
Kepada setiap muslim yang yakin akan masa depan dirinya
Sebagai pemimpin dunia dan peran kebahagiaan
di kampung Akhirat
……………………………………………………………………..
Sebuah bekal hari ini yang sarat tuntutan
untuk masa depan yang penuh cahaya
wahai para pemuda
wahai merka yang memiliki cita-cita luhur.
Untuk membangunkan kehidupan…..
Wahai kalian yang rindu
Akan kemenangan agama Allah
Wahai semua yang turun ke medan
Demi mempersembahkan nyawa di hadapan tuhannya.
Disinilah petunjuk itu,disinilah bimbingan
Disinilah hikmah itu, disinilah kebenaran
Disinilah kalian dapati keharuman pengorbanan dan kenikmatan jihad
Bersegeralah bergabung dg parade bisu
Untuk bekerja di bawah panji penghulu para nabi
Untuk menyatu dengan pasukan ikhwanul Muslimin sehingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi dan agama seluruhnya milik ALLAH.
Wahai Ikhwanul Muslimin
Wahai manusia seluruhnya
Kami bukan partai politik, meskipun politik sebagai pilar kami
Kami bukan yayasan sosial dan perbaikan meskipun kerja sosial dan perbaikan adalah bagian maksud kami
Kami bukan club olahraga meskipun olah raga dan olah rohani menjadi salah satu perangkat terpenting kami
Kami bukan kelompok-kelompok macam itu semua, karena itu semua diciptakan untuk tujuan parsial dan terbatas, untuk masa terbatas pula. Bahkan terkadang tidak dibuat kecuali sekedar menuruti perasaan sesaat, ingin membuat organisasi lalu dihias dengan berbagai slogan dan sebutan kelembagaan yang muluk-muluk.
Namun wahai sekalian manusia, kami adalah pemikiran dan akidah, hukum dan sistem, yang tidak dibatasi oleh tema tidak diikat oleh jenis suku bangsa,dan tidak berdiri berhadapan dengan geografis. Perjalanan kami tidak pernah berhenti sehingga Allah S.W.T mewariskan bumi ini dengan segala isinya kepada kami karen ia adalah sistem milik Rabb, Penguasa alam semesta dan ajaran milik rosul-Nya yang terpercaya.
Perangkat dakwah yang tidak mungkin akan berubah atau di ganti.
1. Iman yang dalam
2. Taqwin (pembentukan pribadi muslim) yang jeli
3. Amal berkesinambungan.
kayyis hidayah
Minggu, 12 Februari 2012
Resume 1
Pergerakan Ikhwanul Muslim 1
Setiap muslim tergantung amanah yang besar untuk mengorbankan seluruh jiwa dan raga serta hartanya demi membimbing manusia menuju cahaya Islam. Setiap muslim harus mengangkat bendera Islam setinggi-tingginya di setiap belahan bumi, bukan untuk mendapatkan harta,popularitas dan kekuasaan atau menjajah bangsa lain tapi semata-mata untuk memperoleh ridho Allah dan memakmurkan dunia dengan bimbingan agamaNya. Sebagaimana Firman Allah dalam QS. Muhammad 38:
• •
Artinya: Demi jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain dan mereka tidak seperti kamu (ini).
Setiap muslim menghilangkan penyakit hati yang ada dalam dirinya, karena sesungguhnya Allah telah menghilangkan fanatisme jahiliyah serta pengagungan mereka terhadap nenek moyang kalian. Manusia itu berasal dari adam dan adam itu berasal dari tanah, tak ada keutamaan seorang arab atas ajam (orang selain arab.edt) kecuali dengan ketaqwaannya. Langkah-langkah dalam menghilangkan penyakit:
1. Mengetahui letak penyakit
2. Sabar dalam menjalani tuntutan pengobatan.
3. Adanya dokter yang melakukan pengobatan hingga Allah berkenan menyembuhkan dengan sempurna.
Pernyataan diatas dapat menjadi acuan dalam menghilangkan penyakit hati. Pertama, seorang muslim harus peka terhadap dirinya yaitu dengan melakukan muhasabah terhadap dirinya. Kedua, tidak mengulangi kesalahan serta melakukan hal-hal yang disukai oleh Allah diantaranya berkumpul dengan orang soleh dan yang ketiga pasrahkan kepada Allah karena hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap apa-apa yang diinginkan yaitu wanita-wanita, anak-anak harta yang banyak dari emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik (syurga).
Dalam mencapai semua itu disertai dengan tekad, kemauan dan kerja keras tanpa mengharap imbalan apapun kecuali ridho Allah serta dengan cara yang dicintai oleh Allah, sebagaimana firman Allah dibawah ini:
• •• • •
“Hai orang-orang yang beriman rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan Perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.Dia telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (ikutilah) orang tuamu Ibrohim. Dia Allah telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al qur’an) ini, supaya rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpegang teguhlah kepada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu dan sebaik-baik penolong. (Al Hajj 77-78)
Sebuah syair dibawah ini menandakan orang-orang yang tidak disukai oleh Allah yaitu mereka sudah cukup senang dengan mimpi-mimpi dan teruji dan keberuntungan, mereka bilang menyelami laut perjuangan tapi mereka tidak teruji. Celakalah hamba dinar, celakalah hamba selimut.
Ikhwanul Muslimin Di Bawa Naungan Panji Alqur’an
Kepada para pemuda yang merindukan lahirnya kejayaan
Kepada umat yang tengah kebingungan di persimpangan jalan.
Kepada para pewaris peradaban yang kaya raya, yang telah menggoreskan
Catatan, membanggakan di lembar sejarah umat manusia
Kepada setiap muslim yang yakin akan masa depan dirinya
Sebagai pemimpin dunia dan peran kebahagiaan
di kampung Akhirat
……………………………………………………………………..
Sebuah bekal hari ini yang sarat tuntutan
untuk masa depan yang penuh cahaya
wahai para pemuda
wahai merka yang memiliki cita-cita luhur.
Untuk membangunkan kehidupan…..
Wahai kalian yang rindu
Akan kemenangan agama Allah
Wahai semua yang turun ke medan
Demi mempersembahkan nyawa di hadapan tuhannya.
Disinilah petunjuk itu,disinilah bimbingan
Disinilah hikmah itu, disinilah kebenaran
Disinilah kalian dapati keharuman pengorbanan dan kenikmatan jihad
Bersegeralah bergabung dg parade bisu
Untuk bekerja di bawah panji penghulu para nabi
Untuk menyatu dengan pasukan ikhwanul Muslimin sehingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi dan agama seluruhnya milik ALLAH.
Wahai Ikhwanul Muslimin
Wahai manusia seluruhnya
Kami bukan partai politik, meskipun politik sebagai pilar kami
Kami bukan yayasan sosial dan perbaikan meskipun kerja sosial dan perbaikan adalah bagian maksud kami
Kami bukan club olahraga meskipun olah raga dan olah rohani menjadi salah satu perangkat terpenting kami
Kami bukan kelompok-kelompok macam itu semua, karena itu semua diciptakan untuk tujuan parsial dan terbatas, untuk masa terbatas pula. Bahkan terkadang tidak dibuat kecuali sekedar menuruti perasaan sesaat, ingin membuat organisasi lalu dihias dengan berbagai slogan dan sebutan kelembagaan yang muluk-muluk.
Namun wahai sekalian manusia, kami adalah pemikiran dan akidah, hukum dan sistem, yang tidak dibatasi oleh tema tidak diikat oleh jenis suku bangsa,dan tidak berdiri berhadapan dengan geografis. Perjalanan kami tidak pernah berhenti sehingga Allah S.W.T mewariskan bumi ini dengan segala isinya kepada kami karen ia adalah sistem milik Rabb, Penguasa alam semesta dan ajaran milik rosul-Nya yang terpercaya.
Perangkat dakwah yang tidak mungkin akan berubah atau di ganti.
1. Iman yang dalam
2. Taqwin (pembentukan pribadi muslim) yang jeli
3. Amal berkesinambungan.
Pergerakan Ikhwanul Muslim 1
Setiap muslim tergantung amanah yang besar untuk mengorbankan seluruh jiwa dan raga serta hartanya demi membimbing manusia menuju cahaya Islam. Setiap muslim harus mengangkat bendera Islam setinggi-tingginya di setiap belahan bumi, bukan untuk mendapatkan harta,popularitas dan kekuasaan atau menjajah bangsa lain tapi semata-mata untuk memperoleh ridho Allah dan memakmurkan dunia dengan bimbingan agamaNya. Sebagaimana Firman Allah dalam QS. Muhammad 38:
• •
Artinya: Demi jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain dan mereka tidak seperti kamu (ini).
Setiap muslim menghilangkan penyakit hati yang ada dalam dirinya, karena sesungguhnya Allah telah menghilangkan fanatisme jahiliyah serta pengagungan mereka terhadap nenek moyang kalian. Manusia itu berasal dari adam dan adam itu berasal dari tanah, tak ada keutamaan seorang arab atas ajam (orang selain arab.edt) kecuali dengan ketaqwaannya. Langkah-langkah dalam menghilangkan penyakit:
1. Mengetahui letak penyakit
2. Sabar dalam menjalani tuntutan pengobatan.
3. Adanya dokter yang melakukan pengobatan hingga Allah berkenan menyembuhkan dengan sempurna.
Pernyataan diatas dapat menjadi acuan dalam menghilangkan penyakit hati. Pertama, seorang muslim harus peka terhadap dirinya yaitu dengan melakukan muhasabah terhadap dirinya. Kedua, tidak mengulangi kesalahan serta melakukan hal-hal yang disukai oleh Allah diantaranya berkumpul dengan orang soleh dan yang ketiga pasrahkan kepada Allah karena hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap apa-apa yang diinginkan yaitu wanita-wanita, anak-anak harta yang banyak dari emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik (syurga).
Dalam mencapai semua itu disertai dengan tekad, kemauan dan kerja keras tanpa mengharap imbalan apapun kecuali ridho Allah serta dengan cara yang dicintai oleh Allah, sebagaimana firman Allah dibawah ini:
• •• • •
“Hai orang-orang yang beriman rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan Perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.Dia telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (ikutilah) orang tuamu Ibrohim. Dia Allah telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al qur’an) ini, supaya rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpegang teguhlah kepada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu dan sebaik-baik penolong. (Al Hajj 77-78)
Sebuah syair dibawah ini menandakan orang-orang yang tidak disukai oleh Allah yaitu mereka sudah cukup senang dengan mimpi-mimpi dan teruji dan keberuntungan, mereka bilang menyelami laut perjuangan tapi mereka tidak teruji. Celakalah hamba dinar, celakalah hamba selimut.
Ikhwanul Muslimin Di Bawa Naungan Panji Alqur’an
Kepada para pemuda yang merindukan lahirnya kejayaan
Kepada umat yang tengah kebingungan di persimpangan jalan.
Kepada para pewaris peradaban yang kaya raya, yang telah menggoreskan
Catatan, membanggakan di lembar sejarah umat manusia
Kepada setiap muslim yang yakin akan masa depan dirinya
Sebagai pemimpin dunia dan peran kebahagiaan
di kampung Akhirat
……………………………………………………………………..
Sebuah bekal hari ini yang sarat tuntutan
untuk masa depan yang penuh cahaya
wahai para pemuda
wahai merka yang memiliki cita-cita luhur.
Untuk membangunkan kehidupan…..
Wahai kalian yang rindu
Akan kemenangan agama Allah
Wahai semua yang turun ke medan
Demi mempersembahkan nyawa di hadapan tuhannya.
Disinilah petunjuk itu,disinilah bimbingan
Disinilah hikmah itu, disinilah kebenaran
Disinilah kalian dapati keharuman pengorbanan dan kenikmatan jihad
Bersegeralah bergabung dg parade bisu
Untuk bekerja di bawah panji penghulu para nabi
Untuk menyatu dengan pasukan ikhwanul Muslimin sehingga tidak ada lagi fitnah di muka bumi dan agama seluruhnya milik ALLAH.
Wahai Ikhwanul Muslimin
Wahai manusia seluruhnya
Kami bukan partai politik, meskipun politik sebagai pilar kami
Kami bukan yayasan sosial dan perbaikan meskipun kerja sosial dan perbaikan adalah bagian maksud kami
Kami bukan club olahraga meskipun olah raga dan olah rohani menjadi salah satu perangkat terpenting kami
Kami bukan kelompok-kelompok macam itu semua, karena itu semua diciptakan untuk tujuan parsial dan terbatas, untuk masa terbatas pula. Bahkan terkadang tidak dibuat kecuali sekedar menuruti perasaan sesaat, ingin membuat organisasi lalu dihias dengan berbagai slogan dan sebutan kelembagaan yang muluk-muluk.
Namun wahai sekalian manusia, kami adalah pemikiran dan akidah, hukum dan sistem, yang tidak dibatasi oleh tema tidak diikat oleh jenis suku bangsa,dan tidak berdiri berhadapan dengan geografis. Perjalanan kami tidak pernah berhenti sehingga Allah S.W.T mewariskan bumi ini dengan segala isinya kepada kami karen ia adalah sistem milik Rabb, Penguasa alam semesta dan ajaran milik rosul-Nya yang terpercaya.
Perangkat dakwah yang tidak mungkin akan berubah atau di ganti.
1. Iman yang dalam
2. Taqwin (pembentukan pribadi muslim) yang jeli
3. Amal berkesinambungan.
Selasa, 28 Juni 2011
Mencari Ridho Allah by Taufik Akbar
Banyak sekali kata-kata motivasi yang beredar. Dan yang paling banyak berbicara tentang kesuksesan, jalan hidup, dsb. Yang berbicara agar mengejar ini dan itu menurut pemikiran mereka. Tentang karir, persahabatan, dsb.Ada kata motivasi yang mengajak kita untuk mengejar kekayaan, kedudukan, kesehatan, dsb.
Jika manusia disibukkan dengan... tujuan kekayaan, waktunya akan dihabiskan untuk mengejar itu. Jika sudah dapet harta banyak, ia kejar kekuasaan/ jabatan tinggi. Kalau sudah berkuasa, ingin dapet penghargaan/sanjungan dari orang lain. Lambat laun jika hartanya lalu berkurang (menipis), ia balik lagi mengejar harta. Gara-gara terlalu sibuk, lalu sakit. Duitnya habis untuk pengobatan. Setelah sehat, balik lagi untuk mengejar seperti yang di atas (harta, jabatan, penghargaan, dsb). Seperti orang bingung, bolak balik. Tujuannya tidak jelas.
Jika demikian, pasti ada suatu tujuan yang jika kita mengejarnya Insya Allah akan mendapat semuanya namun dengan kadar yang tepat. Yaitu keridha'aan Allah SWT. Ini tujuan yang satu. Biar kita ngga bingung lagi. Jika ada pertanyaan, jika tujuan kita Alllah, bagaimana kita hidup tanpa harta, tanpa orang lain, tanpa orang yang melindungi, dsb?
Analoginya seperti ini. Dalam suatu kerajaan, kita sebagai rakyat yang baik, lalu kita dikasihi, disayang, dan dekat dengan raja. Takut kehilangan perhatian? Raja selalu memerhatikan kita. Raja bakal ngirim orang-orangnya untuk menemani dan menyayangi kita. Takut kekurangan harta? Raja kaya, nanti keperluan kita dicukupin. Takut diganggu orang atau prajurit lain yang sok? Raja kuat dan pasukannya banyak. Itu hal kecil. Takut nggak dipuji orang lain? Mending dipuji raja. Raja lebih mulia dari orang biasa.
Jadi jika sudah dekat dengan Allah, diridhai Allah, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dan tidak perlu bingung lagi.
Mengejar ridha Allah adalah keikhlasan, berserah diri, dan semacamnya. Orang yang berserah diri (tawakkal) kepada Allah (memurnikan keta'atan kepada Allah) akan melakukan sesuatu apa yang Allah perintahkan semampunya. Dan tidak perlu lagi takut kekurangan ini dan itu jika hidup hanya untuk Allah.
...Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya... (Ath-Thalaaq:3)
Yang perlu ditakuti kalau tujuan kita nggak tercapai, yaitu Allah nggak suka sama kita, nggak ridha, murka, jauh dari Allah, dsb. Jadi kalau mau melakukan sesuatu, inget Allah. "Hmm...kalau melakukan ini, Allah ridha nggak ya". Mau menjauhkan diri dari sesuatu, inget Allah. "Hmm...kalau menjauhi ini, Allah bakal ridha nggak ya". Hampir sepenuh waktu inget Allah.
Tapi point pentingnya, tulisan ini bukan untuk bermaksud mengajak teman-teman untuk mengejar keridha'an Allah agar dapet harta, kehormatan, dsb meskipun Insya Allah itu akan didapat jika kita berserah diri kepada Allah. Agama adalah keikhlasan. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa tujuan menggapai ridha Allah adalah tujuan yang sempurna, tujuan yang kedudukannya lebih tinggi/mulia daripada tujuan-tujuan yang lain. Ia tidak hanya membuat kita bahagia di dunia, tapi juga akhirat, Insya Allah.
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Al-Baqarah:112)
Orang yang pedoman utamanya adalah kata-kata motivasi yang dibuat orang lain (yang nggak sesuai Al-Qur'an), hidupnya tidak akan sempurna sekalipun seberapa indahnya kalimat motivasi tersebut. Al-Qur'an adalah kitab yang sempurna. Kalimatnya indah, maknanya sangat dalam, dan benar.Saya tidak bermaksud merendahkan/meremehkan kalimat-kalimat motivasi orang lain. Saya hanya miris, banyak orang mengagumi perkataan motivasi orang lain yang isinya tidak selalu benar tapi tidak pada Al-Qur'an. Padahal didalam Al-Qur'an juga banyak motivasi-motivasi jika kita mau menguraikannya, yang mana ia tidak sekedar menumbuhkan optimisme dan kebahagiaan tapi juga kebenaran. Jadi, jika ingin hidup sempurna, Al-Qur'an adalah pedomannya.
Jika manusia disibukkan dengan... tujuan kekayaan, waktunya akan dihabiskan untuk mengejar itu. Jika sudah dapet harta banyak, ia kejar kekuasaan/ jabatan tinggi. Kalau sudah berkuasa, ingin dapet penghargaan/sanjungan dari orang lain. Lambat laun jika hartanya lalu berkurang (menipis), ia balik lagi mengejar harta. Gara-gara terlalu sibuk, lalu sakit. Duitnya habis untuk pengobatan. Setelah sehat, balik lagi untuk mengejar seperti yang di atas (harta, jabatan, penghargaan, dsb). Seperti orang bingung, bolak balik. Tujuannya tidak jelas.
Jika demikian, pasti ada suatu tujuan yang jika kita mengejarnya Insya Allah akan mendapat semuanya namun dengan kadar yang tepat. Yaitu keridha'aan Allah SWT. Ini tujuan yang satu. Biar kita ngga bingung lagi. Jika ada pertanyaan, jika tujuan kita Alllah, bagaimana kita hidup tanpa harta, tanpa orang lain, tanpa orang yang melindungi, dsb?
Analoginya seperti ini. Dalam suatu kerajaan, kita sebagai rakyat yang baik, lalu kita dikasihi, disayang, dan dekat dengan raja. Takut kehilangan perhatian? Raja selalu memerhatikan kita. Raja bakal ngirim orang-orangnya untuk menemani dan menyayangi kita. Takut kekurangan harta? Raja kaya, nanti keperluan kita dicukupin. Takut diganggu orang atau prajurit lain yang sok? Raja kuat dan pasukannya banyak. Itu hal kecil. Takut nggak dipuji orang lain? Mending dipuji raja. Raja lebih mulia dari orang biasa.
Jadi jika sudah dekat dengan Allah, diridhai Allah, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dan tidak perlu bingung lagi.
Mengejar ridha Allah adalah keikhlasan, berserah diri, dan semacamnya. Orang yang berserah diri (tawakkal) kepada Allah (memurnikan keta'atan kepada Allah) akan melakukan sesuatu apa yang Allah perintahkan semampunya. Dan tidak perlu lagi takut kekurangan ini dan itu jika hidup hanya untuk Allah.
...Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya... (Ath-Thalaaq:3)
Yang perlu ditakuti kalau tujuan kita nggak tercapai, yaitu Allah nggak suka sama kita, nggak ridha, murka, jauh dari Allah, dsb. Jadi kalau mau melakukan sesuatu, inget Allah. "Hmm...kalau melakukan ini, Allah ridha nggak ya". Mau menjauhkan diri dari sesuatu, inget Allah. "Hmm...kalau menjauhi ini, Allah bakal ridha nggak ya". Hampir sepenuh waktu inget Allah.
Tapi point pentingnya, tulisan ini bukan untuk bermaksud mengajak teman-teman untuk mengejar keridha'an Allah agar dapet harta, kehormatan, dsb meskipun Insya Allah itu akan didapat jika kita berserah diri kepada Allah. Agama adalah keikhlasan. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa tujuan menggapai ridha Allah adalah tujuan yang sempurna, tujuan yang kedudukannya lebih tinggi/mulia daripada tujuan-tujuan yang lain. Ia tidak hanya membuat kita bahagia di dunia, tapi juga akhirat, Insya Allah.
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Al-Baqarah:112)
Orang yang pedoman utamanya adalah kata-kata motivasi yang dibuat orang lain (yang nggak sesuai Al-Qur'an), hidupnya tidak akan sempurna sekalipun seberapa indahnya kalimat motivasi tersebut. Al-Qur'an adalah kitab yang sempurna. Kalimatnya indah, maknanya sangat dalam, dan benar.Saya tidak bermaksud merendahkan/meremehkan kalimat-kalimat motivasi orang lain. Saya hanya miris, banyak orang mengagumi perkataan motivasi orang lain yang isinya tidak selalu benar tapi tidak pada Al-Qur'an. Padahal didalam Al-Qur'an juga banyak motivasi-motivasi jika kita mau menguraikannya, yang mana ia tidak sekedar menumbuhkan optimisme dan kebahagiaan tapi juga kebenaran. Jadi, jika ingin hidup sempurna, Al-Qur'an adalah pedomannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
"RASULULLAH mngkhabarkn 4 berita gembira bg hamba ALLAH yg dlm aktivitas dunianya merindukn RIDHO ALLAH & KSELAMTN AKHIRAT,1."Azzihnu" kcerdasn mnyelesaikn urusan dunia u akhiratnya,2."Assah...lu" kmudahn dlm semua urusan,3."Alqonaah" sgt puas mnerima smua qodho kputusan ALLAH,pantang brkeluh kesah,4."Atathuddunya wa hiya roghimah" duniapun ALLAH tundukkn u nya sbgmn ia tundukkn dirinya dg byk SUJUD kpd ALLAH,SubhanALLAH"Lihat Selengkapnya