Banyak sekali kata-kata motivasi yang beredar. Dan yang paling banyak berbicara tentang kesuksesan, jalan hidup, dsb. Yang berbicara agar mengejar ini dan itu menurut pemikiran mereka. Tentang karir, persahabatan, dsb.Ada kata motivasi yang mengajak kita untuk mengejar kekayaan, kedudukan, kesehatan, dsb.
Jika manusia disibukkan dengan... tujuan kekayaan, waktunya akan dihabiskan untuk mengejar itu. Jika sudah dapet harta banyak, ia kejar kekuasaan/ jabatan tinggi. Kalau sudah berkuasa, ingin dapet penghargaan/sanjungan dari orang lain. Lambat laun jika hartanya lalu berkurang (menipis), ia balik lagi mengejar harta. Gara-gara terlalu sibuk, lalu sakit. Duitnya habis untuk pengobatan. Setelah sehat, balik lagi untuk mengejar seperti yang di atas (harta, jabatan, penghargaan, dsb). Seperti orang bingung, bolak balik. Tujuannya tidak jelas.
Jika demikian, pasti ada suatu tujuan yang jika kita mengejarnya Insya Allah akan mendapat semuanya namun dengan kadar yang tepat. Yaitu keridha'aan Allah SWT. Ini tujuan yang satu. Biar kita ngga bingung lagi. Jika ada pertanyaan, jika tujuan kita Alllah, bagaimana kita hidup tanpa harta, tanpa orang lain, tanpa orang yang melindungi, dsb?
Analoginya seperti ini. Dalam suatu kerajaan, kita sebagai rakyat yang baik, lalu kita dikasihi, disayang, dan dekat dengan raja. Takut kehilangan perhatian? Raja selalu memerhatikan kita. Raja bakal ngirim orang-orangnya untuk menemani dan menyayangi kita. Takut kekurangan harta? Raja kaya, nanti keperluan kita dicukupin. Takut diganggu orang atau prajurit lain yang sok? Raja kuat dan pasukannya banyak. Itu hal kecil. Takut nggak dipuji orang lain? Mending dipuji raja. Raja lebih mulia dari orang biasa.
Jadi jika sudah dekat dengan Allah, diridhai Allah, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dan tidak perlu bingung lagi.
Mengejar ridha Allah adalah keikhlasan, berserah diri, dan semacamnya. Orang yang berserah diri (tawakkal) kepada Allah (memurnikan keta'atan kepada Allah) akan melakukan sesuatu apa yang Allah perintahkan semampunya. Dan tidak perlu lagi takut kekurangan ini dan itu jika hidup hanya untuk Allah.
...Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya... (Ath-Thalaaq:3)
Yang perlu ditakuti kalau tujuan kita nggak tercapai, yaitu Allah nggak suka sama kita, nggak ridha, murka, jauh dari Allah, dsb. Jadi kalau mau melakukan sesuatu, inget Allah. "Hmm...kalau melakukan ini, Allah ridha nggak ya". Mau menjauhkan diri dari sesuatu, inget Allah. "Hmm...kalau menjauhi ini, Allah bakal ridha nggak ya". Hampir sepenuh waktu inget Allah.
Tapi point pentingnya, tulisan ini bukan untuk bermaksud mengajak teman-teman untuk mengejar keridha'an Allah agar dapet harta, kehormatan, dsb meskipun Insya Allah itu akan didapat jika kita berserah diri kepada Allah. Agama adalah keikhlasan. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa tujuan menggapai ridha Allah adalah tujuan yang sempurna, tujuan yang kedudukannya lebih tinggi/mulia daripada tujuan-tujuan yang lain. Ia tidak hanya membuat kita bahagia di dunia, tapi juga akhirat, Insya Allah.
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Al-Baqarah:112)
Orang yang pedoman utamanya adalah kata-kata motivasi yang dibuat orang lain (yang nggak sesuai Al-Qur'an), hidupnya tidak akan sempurna sekalipun seberapa indahnya kalimat motivasi tersebut. Al-Qur'an adalah kitab yang sempurna. Kalimatnya indah, maknanya sangat dalam, dan benar.Saya tidak bermaksud merendahkan/meremehkan kalimat-kalimat motivasi orang lain. Saya hanya miris, banyak orang mengagumi perkataan motivasi orang lain yang isinya tidak selalu benar tapi tidak pada Al-Qur'an. Padahal didalam Al-Qur'an juga banyak motivasi-motivasi jika kita mau menguraikannya, yang mana ia tidak sekedar menumbuhkan optimisme dan kebahagiaan tapi juga kebenaran. Jadi, jika ingin hidup sempurna, Al-Qur'an adalah pedomannya.
Jika manusia disibukkan dengan... tujuan kekayaan, waktunya akan dihabiskan untuk mengejar itu. Jika sudah dapet harta banyak, ia kejar kekuasaan/ jabatan tinggi. Kalau sudah berkuasa, ingin dapet penghargaan/sanjungan dari orang lain. Lambat laun jika hartanya lalu berkurang (menipis), ia balik lagi mengejar harta. Gara-gara terlalu sibuk, lalu sakit. Duitnya habis untuk pengobatan. Setelah sehat, balik lagi untuk mengejar seperti yang di atas (harta, jabatan, penghargaan, dsb). Seperti orang bingung, bolak balik. Tujuannya tidak jelas.
Jika demikian, pasti ada suatu tujuan yang jika kita mengejarnya Insya Allah akan mendapat semuanya namun dengan kadar yang tepat. Yaitu keridha'aan Allah SWT. Ini tujuan yang satu. Biar kita ngga bingung lagi. Jika ada pertanyaan, jika tujuan kita Alllah, bagaimana kita hidup tanpa harta, tanpa orang lain, tanpa orang yang melindungi, dsb?
Analoginya seperti ini. Dalam suatu kerajaan, kita sebagai rakyat yang baik, lalu kita dikasihi, disayang, dan dekat dengan raja. Takut kehilangan perhatian? Raja selalu memerhatikan kita. Raja bakal ngirim orang-orangnya untuk menemani dan menyayangi kita. Takut kekurangan harta? Raja kaya, nanti keperluan kita dicukupin. Takut diganggu orang atau prajurit lain yang sok? Raja kuat dan pasukannya banyak. Itu hal kecil. Takut nggak dipuji orang lain? Mending dipuji raja. Raja lebih mulia dari orang biasa.
Jadi jika sudah dekat dengan Allah, diridhai Allah, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dan tidak perlu bingung lagi.
Mengejar ridha Allah adalah keikhlasan, berserah diri, dan semacamnya. Orang yang berserah diri (tawakkal) kepada Allah (memurnikan keta'atan kepada Allah) akan melakukan sesuatu apa yang Allah perintahkan semampunya. Dan tidak perlu lagi takut kekurangan ini dan itu jika hidup hanya untuk Allah.
...Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya... (Ath-Thalaaq:3)
Yang perlu ditakuti kalau tujuan kita nggak tercapai, yaitu Allah nggak suka sama kita, nggak ridha, murka, jauh dari Allah, dsb. Jadi kalau mau melakukan sesuatu, inget Allah. "Hmm...kalau melakukan ini, Allah ridha nggak ya". Mau menjauhkan diri dari sesuatu, inget Allah. "Hmm...kalau menjauhi ini, Allah bakal ridha nggak ya". Hampir sepenuh waktu inget Allah.
Tapi point pentingnya, tulisan ini bukan untuk bermaksud mengajak teman-teman untuk mengejar keridha'an Allah agar dapet harta, kehormatan, dsb meskipun Insya Allah itu akan didapat jika kita berserah diri kepada Allah. Agama adalah keikhlasan. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa tujuan menggapai ridha Allah adalah tujuan yang sempurna, tujuan yang kedudukannya lebih tinggi/mulia daripada tujuan-tujuan yang lain. Ia tidak hanya membuat kita bahagia di dunia, tapi juga akhirat, Insya Allah.
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Al-Baqarah:112)
Orang yang pedoman utamanya adalah kata-kata motivasi yang dibuat orang lain (yang nggak sesuai Al-Qur'an), hidupnya tidak akan sempurna sekalipun seberapa indahnya kalimat motivasi tersebut. Al-Qur'an adalah kitab yang sempurna. Kalimatnya indah, maknanya sangat dalam, dan benar.Saya tidak bermaksud merendahkan/meremehkan kalimat-kalimat motivasi orang lain. Saya hanya miris, banyak orang mengagumi perkataan motivasi orang lain yang isinya tidak selalu benar tapi tidak pada Al-Qur'an. Padahal didalam Al-Qur'an juga banyak motivasi-motivasi jika kita mau menguraikannya, yang mana ia tidak sekedar menumbuhkan optimisme dan kebahagiaan tapi juga kebenaran. Jadi, jika ingin hidup sempurna, Al-Qur'an adalah pedomannya.
"RASULULLAH mngkhabarkn 4 berita gembira bg hamba ALLAH yg dlm aktivitas dunianya merindukn RIDHO ALLAH & KSELAMTN AKHIRAT,1."Azzihnu" kcerdasn mnyelesaikn urusan dunia u akhiratnya,2."Assah...lu" kmudahn dlm semua urusan,3."Alqonaah" sgt puas mnerima smua qodho kputusan ALLAH,pantang brkeluh kesah,4."Atathuddunya wa hiya roghimah" duniapun ALLAH tundukkn u nya sbgmn ia tundukkn dirinya dg byk SUJUD kpd ALLAH,SubhanALLAH"Lihat Selengkapnya